Postingan

Berkenalan Dengan Bandara Internasional Jawa Barat Kerta Jati Majalengka

Gambar
Hay... kali ini saya akan membahas ketertarikan saya belakangan ini mengenai Bandara Internasional Jawa Barat. Hah?? Bandara Internasional?? di Jawa barat?? Seriusan?? hahaha iya dong... Bandara ini baru diresmikan pada 24 mei 2018 yang lalu bandara ini berlokasi di Majalengka Jawa Barat, Bandara ini berjarak hanya 68 Km loh dari Bandung... hayooo kalian yang biasanya tinggal di daerah jawa barat seperti karawang atau cirebon yang harus OTW ke bandara SOETA tapi sekarang ga usah jauh-jauh.. di Majalengka ada bandar Internasional ke 2 setalah bandara Soekarno Hatta. Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati ini resmi melayani penerbangan reguler per minggu 1 juli 2018. Bandara ini bekerja sama dengan beberapa maskapai yaitu Garuda, Air Lines, CitiLink,dan Lion Air.
Oiya pembangunan BIJB ini menghabiskan dana hampir 2,6 Triilun Rupiah, Pada seminar BIJB pada tanggal 11 september di Merlyn Park Hotel dipaparkan Oleh Mentri Pehubungan Pak budi bahwa BIJB ini bukan hanya bandara intern…

Akar Kamunda dan Manfaatnya bagi orangutan Tuanan (Pongo pygmaeus wurmbii)

Gambar
Assalamualaikum Wr Wb.. kali ini aku akan membahas tentang akar kamunda dan orangutan. Apa itu akar kamunda atau yang bernama latin Leucomphalos callicarpus, nah kalau kita membahas tentang akar kamunda kita juga perlu mengulas sedikit tentang orangutan, apa kaitannya akar kamunda dengan orangutan? yuk kita baca :)

            Untuk kalian ketahui orangutan merupakan spesies yang paling sering di teliti dan banyak fakta menarik dari orang utan salah satunya yang paling kotroversial adalah teori evolusi charles darwin. Orangutan adalah hewan yang paling lama riwayat hidupnya diantara hewan yang lain. Telah dikemukakan bahwa hewan berotak lebih besar menunjukkan periode perkembangan yang lebih panjang karena mereka membutuhkan waktu untuk memperoleh keterampilan yang semakin kompleks (van Schaik dkk. 2016). Hal ini diperkuat oleh pernyataan Prof. Carel P. van Schaik dalam International symposium anniversary 15 tahun penelitian orangutan Tuanan di Universitas Nasional, bahwa belum bisa me…

PESONA GELATIK BATU KELABU DI TAMAN MONAS JAKARTA

Gambar
PESONA GELATIK BATU KELABU DI TAMAN MONAS JAKARTA

Klasifikasi ilmiah Kingdom          : Animalia Filum                : Chordata Kelas                : Aves Ordo                 : Passeriformes Famili               : Paridae Genus              : Parus Spesies            : P. major
        Gelatik batu kelabu dengan nama latin Parus majorL adalah jenis burung pemakan serangga, biji-bijian, dan buah-buahan ini tersebar di seluruh indonesia seperti di Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara. Burung ini memiliki ciri-ciri tubuh berukuran kecil kurang lebih 13 cm. Tubuh berwarna putih dan abu-abu di bagian sisi kanan dan kiri sayapnya lalu terdapat garis hitam melintang dibagian bawah perut tengah dan menyambung keatas sampai disekitar leher, bercak putih yang mencolok di bagian muka warna hitam di bagian kepala. Yap seperti ini lah penampakannya aslinya secara dekat.
            Spesies ini menempati sebagian besar hutan dan rimbunan daun, campuran terbuka dan pembukaan di hutan lebat,…

Di Malioboro

--kepada seseorang yang mengingatkan saya akan Iramani, yang dibunuh di tahun 1965--

Saya menemukanmu tersenyum, acuh tak acuh
di sisi Benteng Vriedenburg

Siapa namamu, kataku dan kau bilang
kenapa kau tanyakan itu

Malam mulai diabaikan waktu,
di luar trotoar tertinggal.

Deret gedung bergadang
dan lampu tugur sepanjang malam

Seperti jaga untuk seorang baginda
yang sebentar lagi akan mati

Mataram, katamu, Mataram..

Ingatan-ingatan pun berpecikan
Sekilas terang kemudian hilang
Seakan pijar di kedai tukang las.

Saya coba pertautkan kembali
Potongan-potongan waktu
Yang terputus dari landas.

Tapi tak ada yang akan bisa diterangkan, rasanya
Di atas bintang-bintang mabuk oleh belerang
Kepundan seperti sebuah radang
Dan bulan  dihirup hilang
Kembali oleh Merapi

Trauma kau bilang
(mungkin juga "trakhoma?")
membutakan kita

Dan esok los-los pasar
Akan menyebarkan lagi warna permainan kanak-kanak
Dari kayu boneka-boneka pengantin
Merah-kuning dan rumah-rumah harapan
Dalam lilin

-2018 A…

Masih

Mereka bertatap muka
Bergandeng tangan
Berjalan bersama
Seolah merangkul jiwa yang sama

Sedang aku seperti ada yang menahan untuk tidak pergi
Menarik kembali pada nostalgia dunia kampus
Kampus, titik awal kehidupan sebenarnya bermula
Semangat untuk berkoar-koar mengikrarkan keadilan

Menatap penuh hasrat
Bertahan mengendalikan diri
Saat itu aku yang disana
Kamu disebalahnya

Masih ingat?
Atau berusaha lupa?
Atau harus kuingatkan dengan kucing yang kita mainkan
Atau semangkuk kecil oreo cheesecake yang aku bawakan

Keadilan? Bahkan kita tidak adil bukan?
Bukankah kamu pria yang diujung sana
Merangas berteriak menunggu kepastian
Saat menerima kepastian kita pergi

Dimana letak keadilannya?
Kenangan itu dibiarkan
Menjadi bersejarah bagi saya
Mungkin tidak untuk kamu

Jadi debu
tapi tak ada yang tahu
Semacam perjuangan
Namun untuk sendiri

-A. Jakarta, Juli-



Paradigma Konservasi dan Konservasi Lahan Sempit

Gambar
PARADIGMA KONSERVASI SERTA KETERKAITANNYA DENGAN PENYEMPITAN LAHAN DAERAH JAWA

PENDAHULUAN
Konservasi berasal dari bahasa latin : Con yang berarti bersama Servare yang berarti menjaga, jika di artikan secara harfiah konservasi adalah menjaga, memelihara secara bersama sesuatu yang dimiliki kita “bersama”. Konservasi memiliki gagasan positif mengandung makna pemanfaatan, pelestarian, pemeliharaan, restorasi, peningkatan mutu lingkungan dan pengawetan sumber daya hayati. Kebutuhan lahan yang semakin meningkat karena peningkatan populasi manusia telah menyebabkan perusakan habitat, fragmentasi, penggantian spesies asli yang sensitif dengan spesies yang tidak asli, degradasi habitat akuatik yang selanjutnya dapat menyebabkan masa pemberhentian yang panjang untuk dapat hidup dari perlindungan area (Turner R W, et.al., 2007).
Bertambah panjangnya spesies tumbuhan dan hewan yang dilindungi karena langka, banyaknya kawasan hutan konservasi yang mengalami degradasi dan marjinalisasi masyarakat di…

Merapi Birdwatching Competition 2018

Gambar
Assalamualaikum Wr WB, Hai salam kenal Kali ini aku akan membagikan beberapa pengalaman yang aku dapatkan saat mengikuti Merapi Birdwatching 2018 di TNGM Merapi bersama teman-teman dari KPB Nectarinia Uin Jakarta.
Perjalanan di mulai dari Jakarta tanggal 5 april 2018 menuju Klaten menggunakan transportasi umum yaitu kereta keberangkatan dimulai dr st. pasar senen jam 11.20 lalu tiba di st. Klaten sekitar jam 22.00. Setiba di klaten kami menuju rumah singgah untuk ditempati hehe baik pokoknya temen-temen di Klaten banyak menyediakan rumah singgah bagi kami yang ingin mengikuti acara birdwatching. Saat di rumah singgah aku menemukan beberapa buku, novel yang menarik sayangnya tidak sempat kubaca karena waktu istirahat harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk persiapan berperang hari esok hehe. Pagi harinya tanggal jumat 6 April kami di jemput oleh panitia acara pukul 07.00 pagi menuju basecamp kami di Sapuangin hehe iyaps.. lokasi acara tempat kami melakukan pengamatan adalah di jalur S…